Efisiensi Energi dengan Jaringan Listrik DC

Dalam menghadapi masalah energi, disamping mencari sumber energi baru, hal yang paling mudah dilakukan adalah melakukan efisiensi penggunaan energi. Untuk keperluan penerangan misalnya digunakan lampu hemat energi, juga melakukan pembatasan penggunaan peralatan listrik.

Selain itu, dalam usaha efisiensi penggunaan energi juga dapat dilakukan melalui modifikasi jaringan instalasi listrik. Seperti yang kita ketahui sebagian besar peralatan elektronik bekerja pada sistem DC (direct current). Konversi listrik AC ke DC berkisar 50-80%, sedangkan peralatan yang digunakan kebanyakan bekerja pada sistem DC, sehingga ada pemborosan energi antara 20-50% dalam penggunaan peralatan elektronik DC pada jaringan listrik AC (alternating current) .

Beberapa data efisiensi konversi listrik AC ke DC antara lain dengan metode linier menggunakan dioda bridge, efisiensi maksimum sebesar 50%. Efisiensi menurun dengan naiknya suhu. Selain itu, dengan metode switching dengan frekuensi 60 KHz, efisiensi maksimum 75%. Efisiensi menurun dengan naiknya suhu. Jika digunakan metode switching dengan frekuensi 100 KHz, efisiensi maksimum 80%. Efisiensi menurun dengan naiknya suhu. Apabila digunakan metode switching dengan frekuensi > 100KHz dapat mencapai efisiensi maksimum 90%, tetapi frekuensi tersebut belum tersedia sebagai produk komersial.

Di lain pihak, komponen elektronika, seperti charger HP, radio/tape, TV, DVD, dan lain-lain, umumnya mengunakan metode konversi linier yang sangat tidak efisien. Pemborosan energi listrik pada operasional peralatan tersebut mencapai 50%. Pada sistem penerangkan pun demikian. lampu pijar memiliki efisiensi konversi hanya 10%, lampu CFL memiliki efisiensi konversi mencapai 75%, dan lampu SSL memiliki efisiensi konversi mencapai 90%. Untuk lampu CFL dan SSL walaupun memiliki efisiensi konversi tinggi tapi bekerja pada sistem DC, sehingga jika dipasang pada jaringan listrik AC harus menggunakan konverter AC-DC. Konverter AC-DC memiliki efisiensi bervariasi antara 50%-80%, sehingga pemakaian lampu CFL atau SSL pada jaringan AC masih memiliki tingkat kebocoran listrik tinggi. Ketidakefisienan penggunaan listrik lampu CFL atau SSL dalam sistem jaringan listrik AC dapat mencapai 20%-50%.

Efisiensi penggunaan energi listrik pada peralatan elektronik dan penerangan dapat ditekan jika menggunakan jaringan listrik DC. Oleh sebab itu perlu digagas pembuatan rumah DC atau rumah dengan jaringan listrik DC terutama untuk pemenuhan kebutuhan listrik bagi masyarakat terpencil yang belum terjangkau PLN. Prototipe rumah DC sebagai rumah mandiri energi tersebut, diharapkan menjadi model yang dapat digunakan oleh Pemerintah untuk memenuhi kebutuhan listrik atau penerangan bagi penduduk yang tinggal di daerah terpencil dan belum terjangkau PLN.

Tentang Sahrul

Agen herbal, Jahe merah Amanah, Aromatherapy Amanah
Pos ini dipublikasikan di Berita dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s