Karakteristik Batere Berbahan dasar Polianilin

Tulisan ini merupakan hasil penelitian yang kami dilakukan pada sekitar tahun 2000-an. Kami melakukan kajian terhadap karakteristik batere berbahan dasar polimer dalam hal ini polianilin. Polianilin merupakan salah satu polimer konduktif yang proses sintesisnya relatif mudah dan kami telah berhasil melakukan itu di lab Fisika Material Jurusan Fisika FMIPA Unpad.  Polimer dapat dikelompokan sebagai polimer konduktif jika memiliki ikatan karbon rangkap dan tunggal yang berselang-seling. Ikatan yang berselang seling tersebut memungkinkan terjadinya propagasi elektron sepanjang rantai polimer, dan selanjutnya menyebabkan bahan tersebut dapat mengalirkan arus listrik. Polianilin dapat mengalami reaksi redoks (reduksi-oksidasi) secara reversibel, oleh karena itulah polianilin pada masa itu diprediksi dapat menjadi kandidat sebagai bahan elektroda batere yang dapat diisi ulang.

Pada penelitian kami, dilakukan kajian terhadap model batere polianilin dengan dua macam elektrolit, yaitu elektrolit cair dan elektrolit padat. Hasil pengujian kami mendapatkan data bahwa, model batere cair memiliki tegangan operasional berkisar antara 1,65 volt sampai 3 volt dan model batere padat berkisar antara 1,5 volt sampai 3 volt. Efisiensi Coulomb model batere cair pada kapasitas pengisian optimal 10,4 Ah/kg adalah 78,3%, sedangkan model batere padat pada kapasitas pengisian optimalnya 5,2 Ah/kg memiliki efisiensi Coulomb 60%. Setelah mengalami 20 kali siklus pengisian-pengosongan, efisiensi Coulomb model batere cair turun dari 80,6% menjadi 47,8%, sedangkan model batere padat turun dari 72,2% menjadi 65,6%. Tampak bahwa model batere padat lebih tahan terhadap perulangan proses pengisian dibanding batere cair. Tentu semakin banyak jumlah proses pengisian-pengosongan kinerja batere akan semakin menurun, hal ini dapat dilihat dari trend grafiknya. Oleh karena itu selanjutnya kami melakukan kajian terhadap rendahnya kinerja batere tersebut, yang kami posting dalam tulisan yang lain.

Sumber : Jurnal Kontribusi Fisika Indonesia, Sahrul Hidayat, Juli 2002

Tentang Sahrul

Agen herbal, Jahe merah Amanah, Aromatherapy Amanah
Pos ini dipublikasikan di Artikel Fisika dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s