Analisa Rendahnya Kinerja Batere Polimer

Salah satu aplikasi polimer konduktif yang banyak diteliti adalah sebagai alternatif bahan elektroda batere sekunder. Polianilin merupakan salah satu polimer konduktif yang banyak diteliti untuk aplikasi tersebut. Polianilin, bila dibandingkan dengan polimer konduktif lainnya mempunyai keunggulan dari sisi kemudahan sintesis yaitu bisa dilakukan secara elektrokimia atau pun secara kimia. Khususnya sintesis polianilin secara kimia dapat dilakukan untuk produksi dalam jumlah banyak. Hal tersebut sangat menguntungkan untuk kepentingan aplikasi industri nantinya.

Dari beberapa laporan penelitian dikemukakan bahwa batere berbahan dasar polianilin memiliki kinerja yang kurang baik terutama dari segi siklibilitasnya yang rendah. Dalam penelitian ini kami mencoba menganalisa penyebab rendahnya kinerja batere tersebut.

Hasil analisa yang dilakukan terhadap elektroda polianilin, menunjukkan bahwa elektroda tersebut mengalami perubahan struktur selama proses siklus pengisian pengosongan. Analisa tersebut dilakukan terhadap tiga kindisi elektroda polianilin, yaitu sebelum dipakai dalam sistem batere, setelah dipakai dalam sistem batere dan mengalami satu kali pengisian, dan setelah mengalami 20 kali uji siklus pengisian-pengosongan. Hasil analisa data spektroskopi infra red terhadap ketiga kondisi elektroda polianilin tersebut, menunjukan terjadinya penurunan jumlah ion ClO4 dalam rantai polianilin yang telah mengalami siklus pengisian pengosongan. Selain itu terjadi juga penurunan jumlah gugus benzoid dan kuinoid dalam rantai polianilin seiring dengan pertambahan jumlah siklus pengisian-pengosongan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kerusakan struktur polianilin selama proses uji siklus pengisian-pengosongan.

Sebagai perbandingan, dalam eksperimen ini telah dilakukan pengukuran spektroskopi IR elektroda polianilin yang telah dipakai dalam batere yang menggunakan elektrolit propilen karbonat (PC) dan polietilen oxide (PEO). Hasil pengujian tersebut menunjukan telah terjadi kerusakan struktur polianilin yang ditandai dengan berkurangnya jumlah gugus benzoid dan gugus kuinoid. Jadi, elektroda polianilin yang dipakai dalam sistem batere yang menggunakan elektrolit PC ataupun elektrolit PEO, keduanya sama-sama mengalami perubahan struktur. Berdasarkan data tersebut, kemungkinan terbesar terjadinya perubahan struktur polianilin tidak disebabkan oleh jenis elektrolit, tetapi karena kualitas film polianilin yang kurang baik, yaitu tidak tahan terhadap pengulangan siklus pengisian-pengosongan.

Sumber : Artikel Ilmiah DIK, Sahrul Hidayat, 2004

Tentang Sahrul

Agen herbal, Jahe merah Amanah, Aromatherapy Amanah
Pos ini dipublikasikan di Artikel Fisika dan tag , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Analisa Rendahnya Kinerja Batere Polimer

  1. ScienceEdu berkata:

    Keren ya, isolator bisa memiliki sifat konduktor

  2. Sahrul berkata:

    Thanks atas apresiasinya

  3. gusvan berkata:

    good Artikel ……..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s